Suhu Penyimpanan yang Salah Bisa Rusak Mutu Obat


BERANDA.COM IS FOR SALE WHATSAPP (62) 081-550-58587

Selain lewat tanggal kadaluarsa, penyimpanan yang salah juga dapat merusak kualitas obat-obatan. Perubahan suhu yang ekstrem dapat memiliki efek besar pada obat dan bisa mengurangi kemanjurannya.

Kebanyakan orang biasa mengecek tanggal kadaluwarsa terlebih dahulu sebelum meminum obat, namun jarang yang memperhatikan kondisi obat dengan sangat jeli. Padahal proses penyimpanan yang salah juga dapat merusak kualitas obat, seperti terpapar perubahan suhu yang ekstrem.

“Produsen farmasi merekomendasikan sebagian besar produk harus disimpan pada suhu ruangan yang terkontrol, antara 68-77 derajat F (20-25 derajat C),” ujar Skye McKennon, asisten klinik profesor di University of Washington School of Pharmacy, seperti dikutip dari The New York Times, Kamis18 Agustus 2011.

Suhu 20-25 derajat celsius adalah rentang suhu dimana produsen menjamin keutuhan dan kualitas produk obat. Tapi suhu lebih rendah atau tinggi, yaitu antara 58-86 F (14,4-30 derajat C) biasanya obat masih dalam kondisi baik dan tidak rusak.

“Bila lokasi penyimpanan (obat) terkena paparan panas dan dingin sehingga menyebabkan obat-obatan dapat berubah secara fisik, maka berpotensi kehilangan (khasiat) atau bahkan mengancam kesehatan bagi yang mengonsumsinya,” kata Dr McKennon.

Untuk pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes atau penyakit jantung, obat yang rusak sangat berbahaya, seperti insulin atau nitrogliserin yang rusak dapat mengancam jiwa.

“Obat-obatan yang dijual bebas juga dapat rusak dan berpotensi berbahaya. Biasanya konsumen tidak mengetahui obat tersebut telah rusak ketika membelinya,” kata Janet Engle, seorang apoteker dan mantan presiden American Pharmacists Association.

Ketika pembusukan antibiotik terjadi, obat dapat menyebabkan kerusakan perut atau ginjal. Aspirin yang rusak dapat menyebabkan perut bergolak dengan sangat parah. Krim hidrokortison dapat rusak dan menjadi tidak berguna setelah terpapar panas.

Setiap jenis strip tes diagnostik, seperti yang digunakan untuk menguji kadar gula darah dan kehamilan sangat sensitif terhadap kelembaban. Jika kelembaban menempel pada strip, strip tersebut akan rusak dan mungkin memberikan hasil tes palsu.

Obat-obatan kontrasepsi atau obat-obatan lain yang mengandung hormon juga sangat rentan terhadap perubahan suhu, karena jenis obat-obatan tersebut sering berbasis protein dan ketika protein terpapar panas akan mengalami perubahan sifat.

“Perhatian khusus juga harus dilakukan pada obat kejang, insulin dan antikoagulan. Perubahan kecil pada beberapa jenis obat seperti ini dapat membuat perbedaan besar untuk kesehatan,” kata Dr McKennon.

Untuk memastikan obat-obatan Anda tetap aman, inilah beberapa saran dari apoteker dan ahli lainnya:

1. Tempatkan lemari obat di tempat yang tidak lembab
Lemari obat sering menjadi tempat terburuk untuk menyimpan obat-obatan karena kelembaban yang tinggi dan sering ditempatkan di kamar mandi. Simpan obat di tempat sejuk dan kering, seperti di kamar tidur atau bahkan di dapur yang jauh dari kompor. Jika anak-anak atau hewan dapat masuk ke ruang-ruang tersebut, pertimbangkan letak rak tersebut agar tidak terjangkau oleh anak-anak atau hewan.

2. Kemasan khusus
“Jangan percaya dengan tempat penyimpan khusus yang mahal dan dirancang untuk ‘melindungi’ obat, seperti paket foil. Tidak ada bukti bahwa paket ini melindungi obat apapun lebih baik daripada botol obat standar,” kata Dr McKennon.

3. Jangan terkena panas saat di perjalanan
Suhu di dalam mobil bisa meroket ketika sedang di parkir di tempat parkir, apalagi tempat parkir yang terbuka. Sebaiknya simpan obat di dalam tas atau kantong yang terpisah saat bepergian.

Jika perlu menyimpan obat-obatan darurat seperti EpiPen atau insulin dalam mobil, tanyakan kepada apoteker untuk merekomendasikan tempat penyimpan yang akan membuat obat tersimpan pada suhu yang benar.

4. Perhatikan fisik obat
Jangan mengonsumsi obat yang sudah berubah warna atau berubah konsistensinya, terlepas dari tanggal kadaluwarsanya. Periksa juga apakah bau obat tidak seperti biasanya. Buang pil yang menempel, pecah, lebih keras atau lebih lembut dari biasanya.

Jangan buang obat-obatan yang tidak terpakai di toilet, tetapi campurlah pil atau obat dengan bubuk kopi, kotoran kucing atau bahan lain dan diletakkan campuran di tempat sampah.



Baca Juga: