Sering Makan Makanan Pedas Bikin Umur Lebih Panjang


BERANDA.COM IS FOR SALE 500,000 USD. WA (62) 081-550-58587.
SUITABLE FOR MARKETPLACE, NEWS PORTAL, SEARCH ENGINE, PROPERTY ETC.

114735_makananpedas

Konsumsi makanan pedas disebut-sebut berkaitan dengan pengurangan risiko kematian. Kesimpulan ini didapat dari analisis penelitian di ​China yang dilakukan ​terhadap pola makan lebih dari 485.000 orang.

Partisipan penelitian terdaftar pada sebuah studi besar ​China​ antara tahun 2004 sampai 2008. Studi melibatkan 487.375 orang usia 30 sampai 79 tahun seluruh Tiongkok.

Separuh dari partisipan diikuti perkembangannya oleh peneliti selama 7 tahun 2 bulan. Selama masa penelitian, terdapat 20.224 kematian.

Peneliti melihat riwayat medis keluarga, usia, pendidikan, diabetes, konsumsi rokok dan banyak variabel lainnya. Setelah mengontrolnya, peneliti menemukan pengaruh makanan pedas, terutama cabai pada risiko kematian partisipan.

“Dibandingkan dengan mereka yang makan makanan pedas kurang dari sekali seminggu, orang yang mengonsumsi makanan pedas enam atau tujuh kali dalam satu minggu menunjukkan 14 persen pengurangan risiko relatif pada kematian,” sebut Lu Qi, penulis penelitian, seperti dilansir dari CBC News (04/08).

Dilaporkan NY Times (04/08), angka penyakit jantung iskemik, penyakit pernapasan dan kanker, semua lebih rendah pada konsumen makanan pedas. Namun peneliti tidak menarik kesimpulan tentang sebab dan akibat turunanya risiko kematian. Sementara itu, mereka mencatat bahwa capsaicin, bahan utama dalam cabai, telah ditemukan dalam penelitian lain memiliki efek antioksidan dan anti-inflamasi.

Peneliti menyebut perlunya studi lebih lanjut tentang populasi berbedA di seluruh dunia untuk menguji apakah temuan berlaku di tempat lain.

“Kami perlu lebih banyak bukti, terutama dari uji klinis, agar lebih memverifikasi temuan ini. Dan kami menantikan bisa melihat data dari populasi lain,” tambah associate professor gizi di Harvard School of Public Health itu, seperti tertulis dalam jurnal online BMJ.

Konsumsi cabai segar dalam masakan China bisa berkolerasi dengan kebiasaan makan dan gaya hidup lainnya. Seperti memasak dengan minyak atau makan lebih banyak makanan kaya karbohidrat. Misalnya nasi untuk mengurangi sensasi terbakar rasa pedas, tambah peneliti.

Studi ini didukung oleh National Science Foundation of China, National Key, dan Kadoorie Charitable Foundation di Hong Kong.



Baca Juga: