kurang-tidur-bikin-hilang-ingatan

Kurang tidur bikin hilang ingatan?


BERANDA.COM IS FOR SALE 500,000 USD. WA (62) 081-550-58587.
SUITABLE FOR MARKETPLACE, NEWS PORTAL, SEARCH ENGINE, PROPERTY ETC.

Di malam hari, pastikan Anda mendapat tidur yang cukup. Sebab peneliti menyebutkan kalau kehilangan jatah tidur malam selama dua jam membuat otak gagal menyimpan memori.

Seperti yang dilansir dari Daily Mail, jika Anda terbiasa tidur delapan jam sehari, maka penuhi kebutuhan tersebut secara teratur. Pasalnya peneliti juga menegaskan kalau Anda mengubah jadwal tidur di malam hari menjadi enam jam saja, otak akan mengalami perubahan.

“Tidur adalah hal penting bagi otak agar fungsinya tetap bekerja sebagaimana mestinya, termasuk memproses memori seseorang,” tutur peneliti Profesor Ted Abel melalui konferensiSociety for Neuroscience.

Sayangnya, banyak orang suka menyepelekan jadwal tidur. Mereka akan sering meminum secangkir kopi untuk menahan kantuk daripada lekas pergi ke tempat tidur. Padahal, peneliti mengatakan kalau tidur dan mengerjakan pekerjaan setelah bangun mungkin lebih baik dilakukan.

Profesor Abel dan timnya dari University of Pennsylvania tepatnya mengamati tingkah laku tikus percobaan yang sistem memorinya terganggu akibat terjaga terlalu lama.

“Kami menemukan kurang tidur merusak penyimpanan memori tikus. Jika disamakan dengan manusia, orang yang suka mengurangi jatah tidur dari delapan jam ke enam jam sehari adalah yang berisiko mengalami gangguan pada memorinya,” terang peneliti.

Peneliti khususnya menduga pengulangan memori ketika tidur adalah pola penting yang terjadi demi menyimpan ingatan di dalam otak. Tetapi jika jadwal tidur dikurangi, memori pun tidak tersimpan dan seseorang akan kehilangan ingatan tertentu.

Profesor Abel juga menjelaskan bahwa mengganti jatah tidur yang hilang keesokan malamnya tidak akan mengembalikan ingatan yang gagal disimpan.

“Salah satu hal penting tentang tidur adalah otak bisa melakukan pekerjaan lebih maksimal. Sebab otak sudah sangat sibuk sepanjang hari,” kata Neil Stanley, salah satu ahli tidur dari Inggris yang tidak terlibat dalam penelitian. | merdeka



Baca Juga: