Inovasi! Swedia buka klinik khusus pria korban pemerkosaan


BERANDA.COM IS FOR SALE 500,000 USD. WA (62) 081-550-58587.
SUITABLE FOR MARKETPLACE, NEWS PORTAL, SEARCH ENGINE, PROPERTY ETC.

inovasi-swedia-membuka-klinik-khusus-pria-korban-pemerkosaan-rev-1

Pekan lalu, Swedia mengumumkan sebuah terobosan baru dalam dunia medis. Swedia membuka sebuah klinik pusat khusus bagi para pria yang menjadi korban pemerkosaan, di sebuah rumah sakit di Stockholm.

Menurut Rasmus Jonlund, juru bicara partai liberal Swedia, klinik ini adalah klinik pertama yang ada di dunia. Sebelumnya, Swedia telah membuka klinik khusus bagi para anak dan wanita dewasa yang mengalami pelecehan seksual. Seperti halnya klinik wanita tersebut, klinik khusus pria korban pelecehan seksual ini bebas biaya dan dibuka 24 jam.

Rumah sakit mengumumkan pembukaan klinik pada pada bulan Juli 2015 lalu. Berdasarkan pernyataan yang diterbitkan “Vice News” bahwa dokter akan memberikan perhatian khusus bagi para pria korban pemerkosaan, yang sampai saat ini masih menjadi hal yang masih tabu di seluruh dunia.

Sebenarnya konsep perawatan klinik khusus pria korban pemerkosaan ini tidak jauh berbeda dengan klinik wanita. Anna Starbrink (komisaris Stockholm County Council)mengatakan bahwa karena pada dasarnya klinik ini sama, maka secara mendasar dari segi organisasi dan metode yang diterapkan tidak jauh berbeda.

Konsep klinik ini diusung dengan dasar pemikiran bahwa siapapun, baik wanita maupun pria yang telah mengalami pengalaman pahit secara seksual, membutuhkan perawatan yang bisa membuatnya merasa damai. Saat berhadapan dengan korban laki-laki, para ahli mencatat bahwa klinik harus menanggapi kebutuhan individu.

Bagi mereka mengobati para korban pria sangat sulit, karena kasus pemerkosaan pria masih menjadi sesuatu yang tabu. Pria terkadang memunculkan reaksi yang sedikit keras sebelum mereka mau menerima bantuan. Mereka bisa saja menunjukkan dalam bentuk kemarahan, permusuhan,atau bahkan menyakiti diri sendiri. Mereka membutuhkan perawatan yang dapat mengatasi hal tersebut.

Peter Pollard, (juru bicara 1in6, sebuah organisasi yang didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan bagi pria korban kekerasan seksual ) menjelaskan bahwa salah satu aspek yang sulit untuk diatasi untuk mengobati para pria korban pemerkosaan ini adalah stigma. Dr Jim Hopper (seorang peneliti , terapis, dan psikolog klinis yang mengkhususkan diri dalam trauma psikologis dan instruktur diHarvard Medical School) berpendapat bahwa memang sangat mungkin mendirikan klinik ini di rumah sakit. Tetapi sebuah kenyataan pahit yang ada saat ini bahwa hanya sedikit para korban pemerkosaan yang bersedia datang untuk pengobatan. Rata-rata dari mereka akan menunggu selama berhari-hari bahkan selama bertahun-tahun untuk memberanikan diri ke klinik.

Hopper juga mengatakan bahwa dirinya tidak bia memprediksi apakah klinik tersebut mampu menekan jumlah kejahatan seksual. Tetapi yang pasti, klinik tersebut menawarkan bantuan yang besar untuk meringankan penderitaan korban serta memberikan perawatan fisik dan psikologis yang tepat bagi para korban.



Baca Juga: