Hanya 27 Persen Orang Tua Menghitung ”Masa Depan” Anak


BERANDA.COM IS FOR SALE 500,000 USD. WA (62) 081-550-58587.
SUITABLE FOR MARKETPLACE, NEWS PORTAL, SEARCH ENGINE, PROPERTY ETC.

brt4503_pict1

Ternyata hanya 27 persen orang tua di Indonesia yang secara rinci menyiapkan perencanaan keuangan mereka dengan memiliki tabungan dan berinvestasi. Sementara 70 persen responden hanya membuat perkiraan berdasarkan pada asumsi dan mengandalkan rekening tabungan berbunga rendah untuk mencapai tujuan keuangan mereka. Kesimpulan ini merupakan hasil Survei Prepared Parents yang digagas Nielsen Indonesia dan Prudential Indonesia baru-baru ini.

Kata Rinaldi Mudahar, Presiden Direktur Prudential Indonesia, semakin panjang jangka perencanaan keuangan, kepercayaan diri para orang tua di Indonesia semakin rendah dalam mengetahui berapa yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan keuangan mereka. Untuk jangka pendek, 61 persen responden yakin mereka mampu mencapai tujuan keuangan mereka. Tapi hanya 28 persen dari total responden yang percaya mereka mampu mencapai tujuan keuangan masa depan di atas lima tahun.

Hasil survei ini hampir sama dengan studi yang dilakukan Boston Consulting Group pada 2013. Dari survei itu diketahui, penduduk Indonesia yang dilindungi asuransi jiwa masih di bawah 5% dari total populasi saat itu. Melalui Twitternya, Ligwina Hananto (@mrshananto), perencana keuangan independen mengatakan, sebelum memutuskan untuk membeli investasi pendidikan, wajib bagi orang tua mengetahui keuntungan dan risiko dari setiap jenisnya. Tak kalah penting, hitung kebutuhan dana pendidikan anak setiap jenjangnya, barulah menentukan pilihan. Menurut Ligwina, sebelum menyusun total dana pendidikan yang anak butuhkan, asumsikan di setiap tahunnya jenjang pendidikan TK hingga SMA mengalami inflasi 20 persen per tahun sedangkan tingkat S1 jumlah inflasi sebesar 15 persen.

Untuk Anda yang ingin mulai berinvestasi, pilihlah jenis investasi yang mudah, praktis, dan fleksibel. Investasikan 10 persen pendapatan secara teratur setiap bulan sesuai kebutuhan dan profil risiko merupakan keharusan. Sebelum berinvestasi, inilah yang harus dipahami.

Ketahui jumlah pengeluaran tahunan. Mulailah membuat daftar pengeluaran dan pemasukan tahunan yang detail dan menyeluruh. Ketika Anda tahu berapa jumlah uang yang Anda dapatkan dan keluarkan, Anda tahu jenis investasi apa yang cocok dengan profil risiko Anda dan keluarga.

Bebas dari utang kartu kredit. Sebelum mulai berinvestasi, selesaikan hutang kartu kredit Anda. Pastikan Anda bisa berinvestasi secara konsisten. Atur pengeluaran Anda dengan menyelesaikan bunga kartu kredit atau bermacam cicilan yang membelenggu.

Menyediakan dana darurat dikumpulkan setiap bulan di tabungan terpisah dari investasi. Nantinya, besarnya dana darurat yang wajib dimiliki minimal mencapai 3 kali pengeluaran rutin bulanan untuk Anda yang belum menikah. Sedangkan yang sudah menikah, besarnya dana darurat setara dengan 6 kali pengeluaran rutin bulanan. Setelah pembagian tersebut, pastikan Anda dan pasangan sudah mendapatkan perlindungan dalam bentuk asuransi jiwa. | sheradio



Baca Juga: