182 Juta Orang di Dunia Kecanduan Internet


BERANDA.COM IS FOR SALE 500,000 USD. WA (62) 081-550-58587.
SUITABLE FOR MARKETPLACE, NEWS PORTAL, SEARCH ENGINE, PROPERTY ETC.

brt4432_pict1

Menyambut 2015, ada 182 juta orang yang ‘teridentifikasi’ kecanduan internet. Hasil penelitian yang dimuat di jurnal Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking, diketahui, 53 persen masyarakat mengaku cemas bila tak menggunakan ponselnya.

Studi yang dilakukan Cecelia Cheng dan Angel Yee-lam Li dari University of Hong Kong ini terungkap, kecanduan internet paling banyak ditemukan di Timur Tengah dengan prevalensi sebesar 10,9 persen. Negara Timur Tengah yang termasuk di dalamnya seperti Iran, Israel, Libanon, dan Turki. Disusul Amerika Utara dengan 8 persen, Eropa Selatan dan Eropa Timur dengan 6,1 persen, dan Oceania (Australia dan sekitarnya) 4,3 persen.

Ada 544 responden di 31 negara yang terlibat di penelitian ini. Mereka terdiri atas 49 persen pria dan sisanya perempuan dengan rata-rata usia 18 tahun. Negara yang terlibat seperti AS, Australia, Austria, Estonia, Prancis, Jerman, Irlandia, Norwegia, Swedia, UK, Bulgaria, Siprus, Republik Ceko, Yunani, Hungaria, Italia, Polandia, Romania, Serbia, Slovenia, Spanyol, Iran, Isarel, Libanon, Turki, Tiongkok, Hong Kong, India, Korea Selatan, Taiwan, dan Kolombia.

Menanggapi hal ini, Dr Richard Graham dari Capio Nightingale Hospital, London mengatakan internet begitu disukai karena memberikan banyak kesenangan. ”Dan yang paling penting adalah kebebasan untuk mengekspresikan diri dan pelepasan stres dengan cara yang tak mungkin dilakukan di dunia nyata, baik lewat situs jejaring sosial atau situs berbagi video, maupun sekadar menuliskan komentar di artikel online,” kata Dr Graham.

Tindakan ini membuat pengguna ingin menggunakan internet secara terus-menerus. Dari hasil riset FrontRange diketahui, lebih dari separuh pengguna gadget (53 persen) di penjuru dunia mengakui bila mereka merasa cemas bila tak bisa menggunakan ponselnya. Prevalensi pengggunaan smartphone terendah justru ditemukan di Eropa Utara dan Eropa Barat yang hanya mencapai 2,6 persen. | sheradio

REKOMENDASI | Belanja aneka produk smartphone terbaru & terlengkap disini.



Baca Juga: